Powered By Blogger

Minggu, 09 September 2012

Budaya Bukakak Di Bali

Mungkin sebagian besar dari anda tidak pernah menyaksikan secara langsung Budaya masyarakat di Bali Utara yang satu ini? atau mungkin hanya pernah mendengar saja?
Tentu saja budaya ini masih terdengar asing ditelinga masyarakat diluar sana,tapi bagi masyarakat yang tinggal Di Bali Utara,khususnya Di Desa Sangsit Dangin Yeh,Kecamatan Sawan Kab.Buleleng,Budaya ini sudah tidak terdengar asing.
Saya pernah menyaksikan Budaya ini secara langsung,yaa..tentu saja saya pernah menyaksikannya..saya kan tinggal di Bali Utara..heheeeee
Lanjut saja,kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang Upacara Bukakak.

Upacara Bukakak adalah upacara yang yang dilakukan sebagai permohonan doa kepada Sang Maha Pencipta dalam perwujudannya Dewi Kesuburan agar tanah para petani subur serta mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Upacara Bukakak tersebut sudah ada sejak zaman dahulu, masyarakat biasanya melakukan upacara tersebut setiap 2 tahun sekali yang diselenggarakan oleh Subak (kumpulan para petani) pada bulan April atau bulan punama sasih kedasa menurut kalender Jawa Bali.

Berikut ini adalah persiapan yang dilakukan masyarakat setempat menjelang upacara:
1. Membersihkan perlengkapan upacara.
2. Upacara ngusaba Umi.
3. Membuat "Dangsil" berbentuk segi empat dari pohon pinang,kemudian rangkaian bambu dihiasi dengan daun enau yang dibuat bertingkat sebagai lambangTri Murti
4. Mengadakan upacara Ngusaba di pura yang terdapat di desa setempat.
5. Upacara Gedenin di pura Subak.

Dalam upacara Bukakak tersebut yang paling mengesankan adalah Babi Guling yang dipanggang hanya bagian tubuh bawahnya saja yang matang, sedangkan bagian atas punggungnya dibiarkan mentah.Babi Guling tersebut ditempatkan diatas Banten Sarad yang terbuat dari 16 batang bambu yang dihiasi daun enau muda dan kuncup kuncup bunga yang baru mekar.
Pada saat Upacara berlangsung,Bukakak tersebut diarak mengelilingi dan mengitari areal persawahan untuk memohon berkah dengan meriahnya serta diiringi Gamelan, mengelilingi dan mengitari areal persawahan untuk memohon berkah kepada Dewi Kesuburan.Biasanya selama Upacara ini berlangsung penyungsung akan ada yang kemasukan roh.

Sekian informasi yang bisa saya berikan sekilas tentang Budaya Bukakak yang ada Di Bali.Terima Kasih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar